Bayangkan mata bor Anda berjuang melawan permukaan logam yang mengeras, mengeluarkan suara melengking yang menusuk sebelum akhirnya gagal. Skenario ini tidak hanya membuang-buang alat yang mahal tetapi juga menghabiskan waktu produksi yang berharga. Penyebab utamanya seringkali terletak pada pemilihan parameter pengeboran yang tidak tepat—khususnya laju umpan dan kecepatan putaran. Bagaimana operator dapat menghindari situasi yang membuat frustrasi ini dan mencapai operasi pengeboran yang efisien dan presisi? Artikel ini mengeksplorasi strategi optimasi untuk parameter pengeboran di berbagai bahan dan kondisi kerja.
Dalam operasi pengeboran, laju umpan (diukur dalam inci per putaran, IPR, atau milimeter per putaran, mm/rev) dan kecepatan putaran (diukur dalam putaran per menit, RPM) adalah parameter kritis yang secara langsung memengaruhi kualitas lubang, umur alat, dan efisiensi permesinan.
Memilih laju umpan dan kecepatan yang optimal memerlukan pertimbangan dari berbagai variabel:
Meskipun tidak ada aturan universal untuk semua skenario pengeboran, titik referensi ini memberikan nilai awal:
Tabel berikut menyajikan kecepatan permukaan yang disarankan untuk mata bor HSS dalam berbagai material:
| Material | SFM yang Direkomendasikan |
|---|---|
| Aluminium & Paduan | 200-300 |
| Kuningan/Perunggu (Standar) | 150-300 |
| Perunggu Kekuatan Tinggi | 70-150 |
| Zinc Die Cast | 300-400 |
| Besi Cor Lunak | 75-125 |
| Besi Cor Sedang | 50-100 |
| Besi Cor Keras | 10-20 |
| Besi Ulet | 80-90 |
| Magnesium & Paduan | 250-400 |
| Baja Monel/Nikel Tinggi | 30-50 |
| Plastik | 100-300 |
| Baja Karbon Rendah (0,2-0,3%C) | 80-110 |
| Baja Karbon Sedang (0,4-0,5%C) | 70-80 |
| Baja Perkakas (1,2%C) | 50-60 |
| Tempa | 40-50 |
| Baja Paduan (300-400 BHN) | 20-30 |
| Baja Kekuatan Tinggi (Perlakuan Panas) | Konsultasikan Pemasok |
| Diameter Bor (inci) | Laju Umpan (IPR) |
|---|---|
| Di bawah 1/8" | 0,001-0,003 |
| 1/8" hingga 1/4" | 0,002-0,006 |
| 1/4" hingga 1/2" | 0,004-0,010 |
| 1/2" hingga 1" | 0,007-0,015 |
| Di atas 1" | 0,015-0,025 |
Di luar perhitungan teoretis, metode yang telah diuji di lapangan ini meningkatkan pemilihan parameter:
Saat memproses baja tahan karat yang mengeras, mata bor Magnum Super Premium seringkali mengungguli alternatif kobalt karena perbedaan struktural. Mata bor kobalt memiliki inti tebal untuk mencegah patah getas, sedangkan konstruksi baja molibdenum tinggi dari mata bor Magnum memungkinkan inti yang lebih tipis. Desain ini memungkinkan mata bor Magnum menembus di bawah lapisan yang mengeras, terus memotong material dasar yang lebih lunak, sedangkan mata bor kobalt tetap terlibat dengan permukaan yang mengeras.
Bayangkan mata bor Anda berjuang melawan permukaan logam yang mengeras, mengeluarkan suara melengking yang menusuk sebelum akhirnya gagal. Skenario ini tidak hanya membuang-buang alat yang mahal tetapi juga menghabiskan waktu produksi yang berharga. Penyebab utamanya seringkali terletak pada pemilihan parameter pengeboran yang tidak tepat—khususnya laju umpan dan kecepatan putaran. Bagaimana operator dapat menghindari situasi yang membuat frustrasi ini dan mencapai operasi pengeboran yang efisien dan presisi? Artikel ini mengeksplorasi strategi optimasi untuk parameter pengeboran di berbagai bahan dan kondisi kerja.
Dalam operasi pengeboran, laju umpan (diukur dalam inci per putaran, IPR, atau milimeter per putaran, mm/rev) dan kecepatan putaran (diukur dalam putaran per menit, RPM) adalah parameter kritis yang secara langsung memengaruhi kualitas lubang, umur alat, dan efisiensi permesinan.
Memilih laju umpan dan kecepatan yang optimal memerlukan pertimbangan dari berbagai variabel:
Meskipun tidak ada aturan universal untuk semua skenario pengeboran, titik referensi ini memberikan nilai awal:
Tabel berikut menyajikan kecepatan permukaan yang disarankan untuk mata bor HSS dalam berbagai material:
| Material | SFM yang Direkomendasikan |
|---|---|
| Aluminium & Paduan | 200-300 |
| Kuningan/Perunggu (Standar) | 150-300 |
| Perunggu Kekuatan Tinggi | 70-150 |
| Zinc Die Cast | 300-400 |
| Besi Cor Lunak | 75-125 |
| Besi Cor Sedang | 50-100 |
| Besi Cor Keras | 10-20 |
| Besi Ulet | 80-90 |
| Magnesium & Paduan | 250-400 |
| Baja Monel/Nikel Tinggi | 30-50 |
| Plastik | 100-300 |
| Baja Karbon Rendah (0,2-0,3%C) | 80-110 |
| Baja Karbon Sedang (0,4-0,5%C) | 70-80 |
| Baja Perkakas (1,2%C) | 50-60 |
| Tempa | 40-50 |
| Baja Paduan (300-400 BHN) | 20-30 |
| Baja Kekuatan Tinggi (Perlakuan Panas) | Konsultasikan Pemasok |
| Diameter Bor (inci) | Laju Umpan (IPR) |
|---|---|
| Di bawah 1/8" | 0,001-0,003 |
| 1/8" hingga 1/4" | 0,002-0,006 |
| 1/4" hingga 1/2" | 0,004-0,010 |
| 1/2" hingga 1" | 0,007-0,015 |
| Di atas 1" | 0,015-0,025 |
Di luar perhitungan teoretis, metode yang telah diuji di lapangan ini meningkatkan pemilihan parameter:
Saat memproses baja tahan karat yang mengeras, mata bor Magnum Super Premium seringkali mengungguli alternatif kobalt karena perbedaan struktural. Mata bor kobalt memiliki inti tebal untuk mencegah patah getas, sedangkan konstruksi baja molibdenum tinggi dari mata bor Magnum memungkinkan inti yang lebih tipis. Desain ini memungkinkan mata bor Magnum menembus di bawah lapisan yang mengeras, terus memotong material dasar yang lebih lunak, sedangkan mata bor kobalt tetap terlibat dengan permukaan yang mengeras.